God, Is there is a heaven for all of us? I beg You.

September 17th, 2008 by erymuhtar
I’m just a man who live in a wrong place, wrong time & wrong flesh & bone. Just like tobbaco blended with sins & gooddeeds, suck it till you death. Corrupted with greed & passion, a fake god to fight for within myself.

var curDiv = document.getElementById(’ln0′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

var curDiv = document.getElementById(’ln1′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

Just like another flavor that never been captured, sound of stranger chords, vision that almost bright & make me blind. But i’m not choose to be deaf, not seen or smeels nothing.

var curDiv = document.getElementById(’ln2′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

var curDiv = document.getElementById(’ln3′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

I choose. Don’t mesh with me, i don’t like to be fooled

var curDiv = document.getElementById(’ln4′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

var curDiv = document.getElementById(’ln5′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

I think. Life is so near perfect.

var curDiv = document.getElementById(’ln6′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

var curDiv = document.getElementById(’ln7′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

I feel. Family, friends, love makes me strong.

var curDiv = document.getElementById(’ln8′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

var curDiv = document.getElementById(’ln9′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

I know. That i am wrong & fragile.

var curDiv = document.getElementById(’ln10′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

var curDiv = document.getElementById(’ln11′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

I trust. Forgiveness of all sins.

var curDiv = document.getElementById(’ln12′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

var curDiv = document.getElementById(’ln13′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

I walk. A path beyond my will.

var curDiv = document.getElementById(’ln14′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

var curDiv = document.getElementById(’ln15′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

not alone,

var curDiv = document.getElementById(’ln16′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

even if accross the universe.

var curDiv = document.getElementById(’ln17′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

God,Is there is a heaven for all of us? I beg You.

Angin, apa yang sebenarnya kau cari dariku?

August 30th, 2008 by erymuhtar

Angin, apa yang sebenarnya kau cari dariku?
Cinta tak lagi disini … aku membuatkannya dan kamu membunuhnya lagi, berkali - kali. Sadis.  Kamu sendiri menikamnya dalam bayangan dan sembunyi tangan; Setelah sebelumnya cinta memeluk, berharap dan melindungimu. Sayap yang kau beri tak lagi utuh dan pintu hati kehilangan kuncinya. Bahkan diriku dalam jiwa yang tergelap pun terhina dipecundangi sebagai lelaki. Apa yang kau inginkan dariku …? Belum cukupkah? Sebagian auramu sudah pulang, sambutlah dia. :).

Ternyata hati & cinta tidak bisa meluruskan tulang yang lengkung..

August 24th, 2008 by erymuhtar

Aku mengulanginya lagi, telepon yang takkan pernah diangkat.. di stasiun yg sebelumnya aku memaksanya pulang. Dan dia membeli tiket sekali jalan tanpa tahu tujuan akhirnya. Slamat jalan tulang yang retak. "i’m gonna miss you".

BAHAN BAKAR AIR. DANIEL DINGEL (PHILIPHINE) - DINGEL WATERCAR PROJECT (… RELAKAN SAJA BBM NAIK)

June 25th, 2008 by erymuhtar

BAHAN BAKAR AIR. DANIEL DINGEL (PHILIPHINE) - DINGEL WATERCAR PROJECT (… RELAKAN SAJA BBM NAIK)

Beberapa bulan yang lalu, saya mengumpulkan banyak sekali materi - materi penelitian tentang bahan bakar berbahan dasar air, sedikit riset literatur terutama para penelitinya yang berdomisili di Indonesia. Tujuan saya waktu itu ingin membuat film dokumenter (untuk ikut di Festival Film Dokementer Eagle Award 2008 yang diadakan oleh Metro TV) dengan judul "Energi Air", supaya masyarakat indonesia bisa membuat dan memanfaatkannya. Hanya sayang, waktu itu masa pendaftaran habis sebelum saya sempat memasukkannya.

Sekedar sharing, teknologi bahan bakar air sudah ada sejak lama. Penelitian yang berhasil masih menggunakan karburasi mobil dengan mesin bakar BBM, sehingga tidak membutuhkan perubahan mesin. Beberapa peneliti mengklaim daya bakarnya 3x, 7x, bahkan 100x lebih kuat dibandingkan BBM konvensional, sehingga kadang digunakan untuk menaikkan nilai oktan.

Daniel Dingel, peneliti asal filipinan berhasil membuat sistem bahan bakar air dengan mobil nissannya. Mesin yang diklaim 1 liter dapat berjalan selama 1 jam ini tidak menghasilkan gas / senyawa yang berbahaya. Hasil akhirnya hanya air, yang kadang dia minum sendiri … (sumber internet). Tidak juga menghasilkan senyawa karbon seperti pada pembakaran BBM yang mengakibatkan efek rumah kaca, jelas ini sangat ramah lingkungan. Beberapa penelitian, sebelumnya masih menggunakan campuran baking soda, ataupun garam … tapi ini murni air, bukan air destilasi … hanya air dari keran dapur rumahnya (sumber utube).

Dari sisi keamanan, air hanyalah air. Tidak spontan terbakar seperti bensin ketika tersunut api. Energi yang dihasilkan berasal dari gas Hidrogen yang dihasilkan dari proses elektrolisis, gas ini dikenal dengan sebutan Gas Brown (untuk mengenang penemunya, Yull Brown yang meninggal karena "kecelakaan"). Secara praktis, ketika mesin mati, generator akan berhenti menghasilkan gas brown (HOD System/Hydrogen on Demand) sehingga tidak ada satupun bagian dari mesin yang berpotensi untuk terbakar. Justru sebaliknya, hasil akhir pembakaran yang berupa air sanggup mendinginkan mesin seperti yang diklaim banyak dari para pengguna "hybrid" BBM dan Air (sumber : internet). Dan sistem bahan bakar air ini dibuatnya dengan memanfaatkan barang - barang bekas di rumahnya.

Proses penguraian air menjadi hidrogen dan oksigen (Hydrogen Generator) detilnya bertebaran di internet, bisa googling dengan kata kunci sebagai berikut :

<KEYWORD>
BROWN GAS
WATERFUEL CELL
HHO
ELECTROLYSIS
GEET FUEL PROCCESOR
HOD (HYDROGEN ON DEMAND) SYSTEM
HYDROGEN GENERATOR
WATER POWERED CAR
HYDROGEN ELECTROLYZER

<RESEARCHER>
ISAAC DE RIVAZ
LUTHER WATTLES
RUDOLF A. ERREN
HENRY GARRET
MICHAEL A. PEAVEY
WILLIAM A RHODES
MICHAEL FARADAY
STANLEY MEYER
YULL BROWN
JOHN KANZIUS
BOB BOYCE
DANIEL DINGEL
PAUL PANTONE
PROF. KANAREV
MORAY B. KING
ARCHIE BLUE
STEVEN HORVATH
PETER LOWRIE
RUDOLF GUNNERMAN

<BOOK>
QUEST FOR ZERO POINT ENERGY
RAHASIA BAHAN BAKAR AIR (POEMPIDA HIDAYATULLAH & E. MUSTARI) - UFUK PRESS

<WEBSITE>
WWW.WATERFUELCELL.ORG
http://en.wikipedia.org/wiki/Stanley_Meyer
http://www.waterengine.org/
WWW.PESWIKI.COM
WWW.H2EARTH.ORG
WWW.WATERCELL.INFO
WWW.PWMPOWER.COM
WWW.INSTRUCTABLES.COM
WWW.UTUBE.COM

Tidak perlu membayar royalti atau license Fee. Dengan segala kerendahan hatinya, Danial Dingel tidak menjual teknologi ini kepada siapapun walaupun banyak sekali tawaran atau proposal yang masuk dari jerman, jepang, pemerintah, dll. Beliau mendedikasikannya untuk kemaslahatan umum, untuk ibadah (sumber : utube). Begitu Juga dengan peneliti - peneliti independen lainnya di seluruh belahan penjuru dunia, yang terus bersatu untuk membuat dunia menjadi lebih baik.

Saya sedih dan turut bela sungkawa melihat mahasiswa berdemonstrasi membakar mobil, digebuki bahkan mati hanya karena BBM. Nyawa yang hilang tidak mungkin bisa diganti. Alangkah lebih arifnya apabila kita mencari alternatif sumber energi baru. Seandainya terwujud dan kita tidak lagi bergantung terhadap BBM. Tentunya harganya tidak perlu melambung sampai saat ini terutama apabila menggandeng naiknya harga sembilan bahan pokok juga. (^___^)

Tulisan ini dibuat sebagai penghargaan kepada para peneliti tersebut.

Untuk Indonesia yang lebih baik,
Amien.

Ery Muchtar Muhammad
email : muhtar.muhammad@gmail.com
http://www.friendster.com/erymuhtar
08882116660

Daripada ribut Demo BBM … mending bikin generator bahn bakar air. Nggk susah! Sudah coba di rumah.

June 23rd, 2008 by erymuhtar

Pernah denger project banyu geni di UMJ Malang? Yang penelitinya (Joko
Suprapto) disangka penipu, pembual …yang sanggup membuat air menjadi
bahan bakar / sumber energi. Saya sangat getir, sedih … ketika
melihat penelitian beliau di obrak abrik, belum lagi kasus seorang
mahasiswa yang meninggal karena "AIDS" yang komplikasi dengan gebukan
polisi …? sejak kapan polisi jadi preman? Mukulin anak orang? sampai
mati pula itu … (emang dia mau ya anaknya dipukulin sampe mati kayak
gitu).

Ngobrolin BBM memang nggak ada habis - habisnya, kecuali BBMnya
sendiri sudah habis. Tapi kembali ke pokok pembicaraan utama, mengenai
project "Banyu Geni" aku pikir itu bukan bohongan. Banyu geni bukanlah
teknologi baru … awalnya dimulai satu abad yang lalu ketika pertama
kali mobil bertenaga air ditemukan. Ntah apa yang telah terjadi …
para peneliti dari mulai Tesla, Archie Blue, Brown, bahkan Stanly Meyer
yang selama seumur hidupnya mendedikasikan untuk teknologi ini,
akhirnya berhasil membuat mobil bergerak sejauh 160 km hanya
menggunakan 3 liter air. Anehnya semua meninggal dunia (yang konon
dibunuh akibat suatu konspirasi). Beberapa patent kemudian dibeli oleh
pebisnis minyak bahkan di"rampok" oleh militer AS dan kemudian tidak
pernah lagi dipublikasikan.

Proses penguraian air ini kita kenal sebagai "Electrolysis", proses
yang memisahkan air (H2O) menjadi Hidrogen (H2) dan oksigen (O2),
disinggung pertama kali oleh Michael Faraday. Aku menemukan literatur
itu di internet dua tahun yang lalu ketika menyusun skripsi tentang
generator ozon. Ternyata sangatlah mudah! dan dapat menggunakan
peralatan rumahan untuk menggenerate Air menjadi Hidrogen. Dan
sepertinya tidak perlu untuk mendirikan stasiun pengisian gas hidrogen
dan menaruh tabung gas dalam mobil karena prosesnya berlangsung di
dalam mobil itu sendiri (on-board). Prosesnya hanya air, air menjadi
energi dan menjadi air lagi.

Coba googling di web dengan keyword "Gas Brown", "Electrolysis", "Hidrogen Fuel Cell", "HHO Car Electrode". Coba cari juga di "http://www.instructables.com"
dengan keyword yang sama. Bisa juga di cari di Utube, disitu ada video
yang menjelaskan step by step bagaimana membuat mobil boros yang
nganggur parkir di garasi bisa digerakkan oleh air. Kalau mau aku punya
banyak sekali literatur yang berkaitan dengan hal tersebut (video,
ebook) yang dikumpulkan dari internet. Atau bisa juga cari buku di
gramedia yang memberikan penjelasan singkat, judulnya "Rahasia Bahan
Bakar Air" oleh Poempida Hidayatullah & F Mustari. Walaupun tidak
menjelaskan secara gamblang teknologi berbahan bakar air (lebih kepada
pengenalan dan memodifikasi mobil), tetapi dapat dibuktikan bahwa
"hybrid" bensin dan air dapat menghemat dari 90% s/d 300%!

Setidaknya dengan penerapan penghematan ini, walaupun pemerintah
menaikkan BBM sampai dengan 100% atau 200%, tentunya hal ini tidak akan
jadi masalah … betul tidak?

Dan coba bayangkan, apabila energi
dapat diperoleh secara gratis? (berhubung air begitu mudah untuk
diperoleh). Sepertinya tidak perlu lagi Amerika  "menyerang" irak dan
afganistan … (hanya untuk memperoleh tambang minyak)

haha,
(^__^), peace … no offence.

ery muchtar
http://www.friendster.com/erymuhtar

search video di utube :
http://www.youtube.com/results?search_query=hydrogen+magdrive+hho+fuelfromwater+renewable+energy&search=related&v=jRGJEgKiVKE&page=1

Tergoda ‘tuk mmeluk angin di pagi hari

June 6th, 2008 by erymuhtar

Terangkai ketika trbangun dari mimpi buruk. Mimpi yg mmbuatku tergoda ‘tuk mmeluk angin di pagi hari

(Dikutip dari diary ery (uncut))

Angin pernah datang,
datang menggoda ..
dan menyentuh tubuhku.
Peluh dengan hasrat yang menggebu

Mengisi lubang dalam hati
Menjelajahi setiap jengkal
Khayalan yang meragi.

Membasahi bibir kering,
dengan airmata ..
Dan membawanya pulang.

Dia …
"Angin"
Angin yang kutemui,
Pada padang hijau yang terabaikan.

Yang slalu berdoa dan yakin,
Haramku mampu melahirkannya kembali.
…….
Angin yang bertasbih,
satu kata tentang cinta.

Kembali, (angin)
Menstubuhi setiap jiwa yang berongga.
Menguapkan sari kehidupan,
yang tak hanya aku.

Angin,
Rumput itu tak lagi hijau karena waktu.
Tak lagi bertuan,
Karena majikan pengelana

Dan tempatmu tak lagi disini,
Jangan lagi bersembunyi,
Dalam setiap retak hati(ku).
…..
Jangan lagi memeluk.
Jangan lagi membuai.
Aku bukanlah sang pengelana,
(Maafkan aku …)

…..
Hatiku akhirnya menyadari bahwa,
Angin begitu dingin memelukku …

Terbanglah yang tinggi wahai angin,
Carilah cinta di Atas sana,
Dan sampaikan salamku.

Sehari sebelum "angin" ulang tahun yang ke-17
Oleh : Ery Muchtar Muhammad
nb : terangkai ketika aku terbangun dari mimpi buruk. Mimpi yang membuatku tergoda ‘tuk memeluk angin di pagi hari.

Ketemu kunti waktu pulang jam 3 pagi … (diary ery - uncut)

April 6th, 2008 by erymuhtar

Waktu habis di depan komputer, nyaris 24/7. Membolak balik alur dalam “timeline” vegas yang sampai saat ini belum kunjung menemukan letupan emosi yang diinginkan. Padahal hanya editan nggak penting. Atau nasibnya hanya akan jadi video wedding tanpa “feel” … datar. Seperti hubungan tanpa cinta. Salah aku juga, sudah beberapa hari lewat dari tanggal yang ditentukan. Bukan berarti aku menyalahkan kesedihan yang terus menumpuk. Merasa senyum hanya sekedar topeng dan aku lebih baik sendiri untuk meninggalkan segala kesedihan. Walaupun ada “teman” yang senantiasa memeluk dari dalam hati, ini bukan waktunya buat bermesra - mesraan.

Aku bingung, ini harus dimulai dari mana?

Siang nan riang tanpa mendung hanya jadi jendela 3×2m di depan kamarku. Aku merasa terpenjara dengan segala kekeliruan, keresahan, kesedihan yang menghukum dengan sendirinya. Tidak ada semangat, walaupun sekedar membalas SMS. Inikah karma? Padahal tak satupun kekeliruan ditujukan untuk diriku sendiri, ataukah karena aku tidak pernah mementingkan diriku sendiri. Aku ingin egois … tapi untuk apa?

Tubuh dan jiwa terus berkarat, mata terus tergenang akan kesalahan. Aku diam di kamar bagai bui. Tubuhku berhenti. Untuk sementara pikiran terus berjalan, mengingat, menulis dan mengkoreksi sampai siang menjelang sore. Masih terus membolak balik alur dalam “timeline”, seakan - akan hidup sesempurna video itu. Dan waktu yang sebenarnya menguap begitu tawar.

Bingung …kesal, kesedihan ini harus diakhiri dimana?

Aku memandangin sajadah, terasa berat untuk beribadah. Takut dalam sholat aku berharap terlalu banyak, dan aku tahu itu akan sangat menyakitkan. Tapi tidak lama kemudian aku berharap juga. Aku takut, aku sedih dan tidak berdaya. “Ya Allah, apa skenario yang engkau tentukan untukku …? Aku benar - benar tidak mengerti …”

Setelah mengusap wajah dengan doa, tiba - tiba handphone memanggil dengan nomor yang asing. Dia bpk Tatang dari Jakarta, ayah kandung Rully - sahabat yang tinggal di Jerman. Dia membutuhkanku dalam perusahaan. Suatu kehormatan.

Jam 11 malam aku kembali On-line di warnet daerah pamoyanan. Dengan asumsi, di Jerman matahari sudah cukup terang seperti tadi siang. Dan pembicaraan berlanjut via IM panjang lebar sampai dini hari.

Tepat jam 2.30 dini hari, penjaga warnet menegurku untuk pulang. Matanya sudah sangat merah, berat - tapi sempat juga dia tersenyum, sedangkan aku tidak. Maaf (aku tidak bisa membalasnya). Mudah - mudahan satu bungkus gudang garam klobot (satu2nya rokok gudang garam yang sangat langka) bisa “membayarnya”. Pasti berat menjaga warnet semalaman sedangkan hanya aku disitu sebagai pelanggan (”hidup” dan tanpa emosi). Seperti arwah gentayangan saja yang menatap monitor LCD tanpa berkedip.

Kutunggangi motor melaju tanpa pelindung kepala. Aku ingin mencium langit dan mensyukuri segala berita baik. Serasa seperti anak kecil yang bermain - main dengan sepeda baru, menghindari lubang di jalan dengan penuh aksi. Sedikit dibuat - buat. Hanya untuk memancing senyum dari bibirku sendiri. Udara begitu dingin dan pengap.

Malam itu sepi, bahkan tidak ada satupun hansip yang meronda. Supaya lekas sampai, aku memotong jalan lewat gang di Mahmud depan salon. Tak ingin membangunkan setiap orang, motor tidak melaju kencang. Pelan - pelan sambil mencari angin.

Ketika memasuki tanjakan dekat gapura jalan ahmad, lampu motor menyorot 45 derajat keatas. Dengan jelas menerangi kunti yang “kebetulan” melintas dari satu rumah seorang penasehat hukum ke kost-an sebelahnya melewati jalan, melayang 2 - 3 meter dari permukaan jalan. Seperti sprey putih yang terbang terbawa angin. Tetapi itu mustahil, sebab aku melihat wajahnya. Wanita berambut panjang tergerai yang wajahnya jauh lebih dingin dari aku seharian tadi.

Ketika pertama kali melihat kunti … aku jadi ingat cerita kakakku. Yang sehari sebelum pengumuman diterima kerja di BPK-RI, dia tidur ditemani pocong disebelahnya. Bedanya, yang ini pocongnya senyum nyengir (katanya..).

Kata ayah & ibu kalau lihat hantu bakal dapet rejeki gede … :). Amien. (tapi kalau bisa jangan begini caranya …)

Anehnya aku tidak terkejut, menerobos dan bahkan melintas di bawahnya. Dengan satu tangan, aku meraih kain putih kunti, tetapi tidak bisa … seperti memegang angin, dingin menusuk. Dia tidak tertawa, tidak juga sedih. Kemudian hilang di balik pohon rindang kosan itu, rumah yang hanya berjarak 4 - 5 rumah (50 meter) dari rumahku. Aku berhenti di tengah jalan untuk memeriksa daripada mati penasaran. Diam agak lama memandang pohon itu. Mungkin dia masih disana memandangku yang tidak bisa memandangnya. Seperti aku memandang orang - orang yang lewat depan rumah, dari jendela kamarku yang sangat besar pagi itu. Melihat senyum tetapi tidak bisa tersenyum, melihat tangis tetapi tidak sanggup menangis. Aku yakin dia bertengger disana tanpa emosi sedikitpun, sama seperti aku tadi pagi. Aku tahu kamu pasti kesepian. Aku juga kesepian, dan begitu ketakutan dengan diriku sendiri sejak pagi.

Aku mengerti …
Aku tidak perlu takut, aku tidak perlu sedih, aku tidak perlu khawatir.

Kau sakiti aku, aku akan menjadi lebih kuat lagi dan aku tidak ingin menyakiti siapapun.
Takkan kubiarkan siapapun (termasuk aku) mengacaukan lagi hari - hari berikutnya.
Aku tahu apa yang akan aku lakukan.

Aku mengerti …

(akhirnya) aku tersenyum, (03.00 dini hari, menunggu fajar melukis langit)
(^__^)

“.. Allahu Akbar” (untuk keagungan-Nya menunjukkan yang tidak terlihat dan memperlihatkan kebenaran)

Jumat pagi, 21 Maret 2008

Ery Muhtar Muhammad

“The Last Pinochio” - A Destiny [De]Tour.

December 13th, 2007 by erymuhtar

THE DESTINY [DE]TOUR

Doll it’s a doll. Motionless, one emotion. He’s comes overjoyed his heart extremely kind. Waiting his destiny to pick him up soon.

He(The doll) shown up at the gallery, with other doll. He is the last piece - limited, a big smile one (^__^).

God granted a soul that he never have. One day, a girl like him so much. She’s pick the doll so happy with a smile wide open. Surely they both happy. She’s bring the doll to a new home, a new "live". The doll now live with passion that the girls share. Laugh, fortune, dream, hope, and even misery.

This chick becomes a women and he still forever be a doll. Doll it’s a doll, there would be one last pinokio but not him. Lately she’s never hug, never talk, never kiss, … careless.

It’s seems to be, she’s grown up to find the right person. The doll comes so empty and lonesome. Couple of times ago, he’s lucky-ly just seen her at the distance. But now, he’s out of nowhere set a place called "living room". Still smile, never change.

Another chick comes with alternate close destinity. Even if she politely ask him from "the first soul", deep inside - she was at rage. Different from the last one. This girl disposed to "hurt" him. Possesif, jealous, destructive, enrage … saying all those things with violence.

The doll with permanent smily face is actually hurt. Even if he can’t express his emotion, he knows the mean that he was created first was to be loved. He cry even if he haven’t a singgle tear. He sad even if he always smile. He dying even if he can’t be broken. He always smile.

Not sure why he face the sky. He’s in the garbage now. Taken by people unsure. It’s more than a moment to realize what it soul should and look like. He’s present to the world, the world that make girls becomes a women (or more).

Outside there, he’s been played around … again … thrown to the garbage again … and again. Sometimes girls comes, playing and left. Sometimes they just past by and praise without touch. Not even hug. And then soon he’s becomes nothing.

Gladly, now he can cry with a smile. Tears came down from the sky that never shine. Remembering him from the first to the last happines. She capture that "the first soul" sometimes drip the dew from her eyes when he was hug. The other share laugh, pleasure, shy and anger. He was so lonely to miss anyofthem at the near of the future. He’s blend with perish long gone before he’s burry.

The future seems to be past. Memmory hostage by a hope. One women capturing his smile at the road near him. Her eyes not blink at single time. She’s remembering old frames when still young. This poor girl always gazing the doll at gallery once before rest in her hands right now. Until soon in the past, it was bought by the first soul.

Take care …

(^___^)

Nb : He’s trully smile for ever.

Selamat Tidur Angin

December 1st, 2007 by erymuhtar

Dimana air?
Hati dahaga merajut mimpi
Tertusuk anak lengan dengan duri
Tersandung langkah hari,
Menatapi kebelakang, semu …

Garis aura menyapa
Merangkul sepi,
Menemani menjelang senja
Dan bulan setengan purnama

Aku merindukan angin …
Yang mengeja mantra,
Melerai awan turun ke bumi

Merobek lukisan mendung
Menggores warna rona,
Dalam pigura coklat

Melalui hari dengan malam
Menuntun jari berduri
Mengunduh kuas bernoda ungu,
Dari hati …

(Dan aku,)
Tergoda ‘tuk memeluk angin di pagi hari

"met tidur sayang …"

november 2007
ery muhtar muhammad

(Tiba - tiba teringat) Cerita Nabi Nuh dan banjir bandang …

September 10th, 2007 by erymuhtar

(Tiba - tiba teringat) Cerita Nabi Nuh dan banjir bandang …

edited before at my diary.

Tentu teman - teman pernah mendengar cerita Nabi Nuh dan banjir bandang kan? Jelas, aku yakin teman - teman pasti masih ingat. Kurang lebih ceritanya seperti ini. Pada suatu hari Nabi Nuh dapat "mimpi" bahwa dunia akan tertimpa bencana banjir yang sangat dahsyat. Melalui mimpi tsb, Allah SWT memerintahkan Nabi Nuh membuat bahtera atau perahu yang sangat besar untuk memuat seluruh mahkluk hidup, manusia, hewan bahkan tumbuhan. Mulailah Nuh membuat perahu di puncak bukit. Mula - mula orang - orang menganggapnya gila … bagaimana tidak?! Nabi Nuh membuat perahu di tengah daratan? nggak ada hujan nggak ada angin … . Tidak ada seorangpun yang mau membantunya, termasuk anaknya sendiri. Walaupun berkali - kali Nabi Nuh mengingatkan kaumnya, tidak ada satupun yang percaya … . Dengan semangat dan tidak kenal menyerah, Nabi Nuh terus berusaha membangun kapalnya … demi "mimpi"nya demi Tuhannya - Allah SWT. Waktu berlalu hari demi hari, hujan lebat tiba, bencana pun datang. Banjir telah menghancurkan peradaban, sawah, hutan, kota semuanya tenggelam. Berbondong - bondong orang datang untuk naik bahtera Nuh. Orang - orang yang sebelumnya menertawakan dan menghina Nabi Nuh kini berebut dan meminta belas kasihan kepadanya.

Cerita diatas merupakan sepenggal ayat yang tertulis dalam Quran yang aku baca. Cerita itu begitu menginspirasi aku. Mungkin teman - teman juga … . Atau mungkin pernah mengalaminya??? :) .

Aku sadar, untuk memulai sesuatu itu tidak mudah …, kesungguhan, kecerdasan, kejujuran, terus menerus diuji. Tentunya tidak sedikit orang akan menertawakan kita, menghina dan menjatuhkan kita … sampai memang "banjir" benar - benar datang. Nabi Nuh telah begitu banyak memberi inspirasi; dalam setiap usahanya, begitu tegar, sabar, dan rendah hati. Semua yang dia mulai telah diselesaikan dengan baik, apabila tidak tentunya dia sendiri juga tersapu banjir.

Tiba - tiba saja aku ingat perkataan teman, "Ayolah, jangan menyerah … gw tau ini memang berat. Seperti halnya mendorong mobil yang mogok … semuanya harus dorong kalo ingin jalan lagi … ya nggak? Saat ini belum menghasilkan tapi gw yakin ini pasti jalan … kalo sudah jalan …ya pada berebut .. ". Kurang lebih kata2nya seperti itu, tapi sayang dia yang pertama kali cabut :D . Yaaaahhhh….. ^O^.

Nggak ada maksud untuk nyinggung atau ngehina (serius), kalau iya aku lebih buruk dari kaum Nabi Nuh yang menghina dia. Saat ini aku lebih asyik membuat "kapal", bikin "dinding", pasang "lantai", "genting" dan segala pernak - perniknya. Bagiku itu sangat menyenangkan sampai terlintas dalam benakku begitu sayang seandainya keasyikan ini terlewatkan oleh teman - temanku. Sedikit lagi "kapal" ini rampung … , ntah "banjir" datang atau tidak ^__^. Tapi seandainya iya, sudilah mampir/berlayar di dalam "kapal" kami… jangan sampai seperti anak Nabi Nuh yang lebih memilih mati tenggelam ketimbang naik bahtera Nabi Nuh. ^O^. Walaupun sedikit banyak telah dikecewakan, aku masih menganggap kalian semua keluargaku. Saudaraku.

Aku rindu masa - masa lalu ….

regard,

ery muhtar muhammad
nb : selesaikan dengan baik apa yang kamu (aku) mulai … :) . Jangan menyerah teman.